Samarinda, Rabu 12 Juni 2024
kegiatan pengembangan moderasi beragama berjalan dengan lancar, kegiatan tersebut dihadiri oleh bapak kepala kantor kementerian agama kota samarinda, sejarawan, bapak camat samarinda ilir, lurah, penyuluh agama islam dan para tokoh lintas agama. kegiatan ini guna untuk menindak lanjut launching Kampung Moderasi Beragama yang telah diresmikan di kelurahan selili kecamatan samarinda ilir pada tahun 2023.
lihat vidio live di facebook ( vidio live Ngopi " Ngobrol Pintar " )
Penguatan moderasi beragama menjadi salah satu indikator utama sebagai upaya membangun kebudayaan dan karakter bangsa. Moderasi Beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada.
Keberhasilan Moderasi Beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tingginya empat indikator utama berikut ini serta beberapa indikator lain yang selaras dan saling bertautan:
Pertama, Komitmen kebangsaan. Penerimaan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi: Pancasila, UUD 1945 dan regulasi di bawahnya
Kedua, Toleransi. Menghormati perbedaan dan memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat. Menghargai kesetaraan dan sedia bekerjasama
Ketiga, Anti kekerasan. Menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan yang diinginkan
Keempat, Penerimaan terhadap tradisi. Ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.
Namun disamping itu juga ada tantangan dalam implementasi moderasi beragama, antara lain: berkembangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan; berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik; berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar